Menutup Tahun Seperempat Abad - 2018

Di tahun 2018, usia saya tepat seperempat abad. 25 tahun, usia ideal menikah untuk banyak perempuan. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa usia ini dipandang sudah cukup “tua” untuk menikah. Saya tak ambil pusing, saya hidup tidak di atas pendapat dan pandangan orang.

Saya bersyukur tiada hentinya, perlahan-lahan Tuhan mulai memeluk mimpi-mimpi saya di tahun ini. Kalau saya bisa berikan judul untuk merangkum apa yang sudah saya lakukan di tahun ini, maka saya akan memberikannya judul “Berjalan Lebih Jauh,” seperti album dan lagu dari band indi kesukaan saya, Banda Neira.

Bangun

Sebab pagi terlalu berharga lewati dengan tertidur

Bangun

Sebab hari terlalu berharga kita lalui dengan bersungut-sungut

Bangun

Sebab hidup teramat berharga untuk kita jalani. Jangan menyerah !

Berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam, jelajah semua warna

…”

Iya, lirik di atas menggambarkan saya setahun terakhir. Saya berusaha bangkit melawan rasa malas, rasa sedih, rasa putus asa. Caranya ? berjalan lebih jauh ! Keluar dari zona nyaman. Tidak mesti melakukan hal yang 180 derajat berbeda dari biasanya. Kalian bisa memulai kebiasaan-kebiasaan baik, semisal berolah raga teratur, tidur lebih cepat, travelling ke tempat baru, belajar memasak, ngobrol lebih intim dengan para sahabat, bercocok tanam dan lain-lain.

Makna denotasi dari judul lagu ini juga saya lakukan. Tahun ini saya tinggal di benua biru hampir sebulan lamanya untuk suatu proyek kantor. Saya juga melakukan perjalanan yang tak terlupakan ke timur Indonesia dengan para sahabat, juga vakansi-vakansi lain yang mempertemukan kembali saya dengan orang-orang dari masa lalu ataupun orang-orang baru.

Sungguh saya sangat bersyukur apa yang saya dapat sepanjang tahun ini. Tanpa perlu membuat daftar panjang resolusi untuk tahun depan, saya cukup menetapkan Titik Nol, lalu berjalan lebih jauh dari tahun 2018.

Viana do Castelo, 2018

Share:

1 komentar

Please kindly leave your comment with your ID