#WritingChallengeWeek1 The Skies Spy


Gadis mungil itu masih mendongak langit takjub. Matanya mengikuti awan-awan putih berlatar langit biru.
Aku berhenti, lagi-lagi kami tak berjalan beriringan. Nik terlalu asik menatap langit.
"Nik ! Woi, Nik ! Buruuuu!" gerutuku.
"Ssssst !" sahut Nik.
"Apa? Kamu liatin apaan? UFO? UFO mah boongan, cuma di film doang, kalik!" kesal sinar matahari siang mulai menyerang jaringan epidermiku.
"Nggak, aku cuma suka liat langit aja." ujarnya kalem kali ini sambil menatapku.

Nik menyusulku, namun masih mendongak langit.
"Tuuuh .. tuuuh ! Kamu lihat nggak?" Nik berseru sembari menunjuk langit dengan berupa-rupa awan.
"Awan yang itu, aku perhatiin ngikutin kita dari tadi," ujarnya dengan tampang serius.
"Lah, kan emang begitu? Awannya ikut berputar karena Bumi berrotasi," jawabku dengan pengetahuan seadanya.
Nik menggeleng cepat,"The Skies Spy ! Mereka itu agen Skies Spy" serunya
.
"Ck ! Jenis alien macam apa itu, Nik?"
"Coba kamu berjalan, dia pasti akan mengikutimu, bukan? Itu lah yang namanya Skies Spy ! Mereka bukan alien," ujar Nik.
"Aku nggak ngerti!"
"Aku nggak minta kamu untuk mengerti. Tapi tenang saja, agen Skies Spy tak akan menyakiti siapapun. Justru mereka akan menjaga kita. Suatu saat aku akan menjadi agen Skies Spy,"
"Memangnya itu pekerjaan yang menjanjikan?" tanyaku
"Tentunya, kakekku sudah menjadi agen lebih dahulu. Aku bangga dengannya. Ia selalu menjagaku dari sana," ujar Nik polos, matanya berbinar menatapku seraya tangannya menunjuk salah satu awan di langit.
Aku tertegun, wajah Nik mulai samar dan kabur dari ingatanku.
Lama sudah aku tak bertemu Nik. Di suatu tempat nun jauh di sana. Aku yakin Nik telah menjadi agen muda Skies Spy.
Ku pandangi langit kotaku yang kini tak lagi miliki banyak awan.

Selamat pagi, Nik!

Share:

0 komentar

Please kindly leave your comment with your ID